0821-3437-2548 etcindonesia7@gmail.com

 Dolar Amerika Serikat turun pada Selasa (13/10) pagi di tengah ekspektasi akan ada stimulus fiskal AS pasca pemilihan presiden 3 November mendatang untuk menopang perekonomian yang terkena dampak pandemi covid-19.

Pukul 09.02 WIB indeks dolar AS naik 0,10% di 93,198 menurut data Investing.com. EUR/USD melemah 0,15% di 1,1795 dan GBPUSD turun 0,16% ke 1,3043. USDJPY naik tipis 0,01%.

Adapun rupiah dibuka melemah 0,10% di 14.695,0 per dolar AS pukul 09.00 WIB.

“Tampaknya ada optimisme yang besar akhirnya akan ada stimulus. Sulit untuk membantah ekspansi fiskal karena epidemi virus hampir seperti bencana alam,” kata Makoto Noji, kepala strategi mata uang dan obligasi asing di SMBC Nikko Securities mengutip laporan Reuters Selasa (13/10) pagi.

Pasar semakin skeptis terhadap kemungkinan paket stimulus bipartisan akan lolos sebelum pemilu. Namun keunggulan yang melebar calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden atas Presiden Donald Trump membuat investor mengharapkan stimulus besar datang setelah pemilu.

Kemenangan Biden juga dipandang negatif bagi dolar karena janjinya untuk menaikkan pajak perusahaan akan mengurangi keuntungan dari investasi di Amerika Serikat.

Sedangkan pelemahan poundsterling pagi ini terjadi meski ada harapan tercapainya kesepakatan Brexit mengurangi kekhawatiran tekanan pada perekonomian akibat dampak dari pembatasan virus yang diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.