0821-3437-2548 etcindonesia7@gmail.com

JAKARTA – Harga emas benar-benar tidak dimuliakan dalam sepekan terakhir setelah turun ke bawah level US$1.700 per troy ounce. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot terpantau di level US$1.697,40 pada Jumat (5/3/2021) pukul 06.36 WIB. Emas berjangka Comex terpantau turun 0,36 persen ke level US$1.694,6 per troy ounce. Indeks dolar di sisi lain menguat taham 0,74 persen ke level 891,620. Harga emas merosot karena Ketua The Federal Reserve Jerome Powell terus mengabaikan tekanan inflasi dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Imbal hasil obligasi AS ini telah menyentuh 1,5 persen.

Berbicara di acara Wall Street Journal Jobs Summit, Powerll mengatakan peningkatan inflasi hanya sementara dan merupakan peralihan dan periswata sekali. Ekspentasi inflasi jangka panjang tetap dipatok 2 persen.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS menurut Powell juga bukan sinyal untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Dilansir dari Kitco, komentar Powell tentang imbal hasil obligasi bisa terus berdampak negatif terhadap harga emas. Menurut beberapa analis, Powell tidak memberikan informasi baru tentang panduan kebijakan moneter atau prospek ekonomi. Powell di sisi lain menegaskan bahwa The Fed masih jauh dari target mencapai lapangan kerja maksimum dan inflasi rata-rata 2 persen. “Saya prihatin dengan kekacauan di pasar keuangan atau pengetatan yang tidak diinginkan, tapi kebijakan moneter tidak didasarkan pada angka tertentu,” tuturnya.

Harga emas spot turun 0,25 persen ke level US$1.693,26 per troy ounce. Emas berjangka Comex juga amblas 0,55 persen ke level US$1.691,3 per troy ounce. Indeks dolar di sisi lain menguat 0,03 persen ke level 91,655.

Share with: